Jambiteliti.id.,SAROLANGUN– Sikap empati kembali ditunjukan langsung oleh Bupati Sarolangun H Hurmin terhadap persitiwa longsor lubang Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menelan korban jiwa di Kecamatan Limun.
Orang nomor satu di Kabupaten Sarolangun itu pada Kamis (22/01/2026) hadir langsung menyambangi rumah duka dan menyampaikan rasa turut bela sungkawa pasca kejadian memilukan yang menimpa keluarga korban.
Kunjungan ini merupakan respon pemerintah daerah hadir merasakan duka setelah delapan orang meninggal dunia dan empat luka-luka atas peristiwa naas di Lubang PETI, tepatnya di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun.
Pantauan media ini, kedatangan Bupati Sarolangun turut didampingi Wakapolres Sarolangun Kompol Aswindo Indriadi, Kepala DPMPTSP Sarolangun Sahrudin Muis, Kepala Bakesbangpol Sarolangun Hudri, Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri, Kasat Pol PP Sarolangun Drs Muhammad Idrus, Camat Limun Masri, Camat Sarolangun Bustra Desman, Camat Pelawan Sibawaihi, Kapolsek Limun AKP B Tarigan, Kepala Desa Temenggung Supriyadi serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kunjungan ini bupati membesuk dan rombongan membesuk sebanyak lima rumah duka. Diantaranya, dua rumah duka yang ada di Desa Temenggung dan satu rumah duka di Desa Pulau Pandan, Kecamatan Limun, satu rumah duka di Desa Lubuk Sayak, serta satu rumah duka yang ada di Desa Bukit, Kecamatan Pelawan.
”Kami bersama rombongan forkopimda, dan jajaran OPD ikut perhatian atas kepergian saudara kita, semoga mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Bagi sanak keluarga kami, keluarga yang ditinggalkan untuk ikhlaskan dan sabar dalam menghadapi musibah ini,” katanya.
”Kita turut prihatin atas kejadian ini, semoga kedepan tidak terjadi lagi seperti ini itu harapan kita. Kepada pihak keluarga yang ditinggalkan bahwa kita sama-sama tahu ini sudah janji sudah sampai, kita harus ikhlas atas kepergiannya, kita yakin dengan tuhan seperti apa kejadiannya pasti ada hikmahnya,” kata dia menambahkan. (pks)
